Header Ads

Arubaito Bekerja Sambil Belajar Di Jepang


   Sudah tidak asing lagi dengan kata arubaito bagi Anda yang pernah menetap di Jepang, kali ini saya akan mengulas mengenai arubaito. Hampir di setiap negara mereka mempunyai beberapa bahasa serapan dari suatu wilayah/negara lain, begitu pula Jepang negara ini bisa dikatakan juga banyak menggunakan bahasa-bahasa serapan dari beberapa negara, contohnya saja yang saat ini akan kita ulas sedikit yaitu tentang kata "Arubaito" atau di singakat "Baito".
    Arubaito adalah [pekerjaan paruh waktu] dimana kata ini berasal dari Jerman "Arbeit"  yang berarti pekerjaan dan kerja, penggunaan arubaito di Jepang sendiri sudah digunakan secara meluas sejak era Meiji hingga saat ini. Di Jepang dapat dikatakan arubaito ini memiliki sejarah, dahulu awal penggunaan kata ini identik sebagai istilah yang digunakan untuk para pelajar karena aktifitasnya "paruh waktu' dimana suatu pekerjaan yang dilakukan secara paralel antara bekerja, sekolah dan pulang kerumah . Sejak tahun 1980-an jumlah pekerjaan seperti restaurant, gerai makanan cepat saji, industri, dan jasa meningkat dua kali lipat.

    Sampai dengan saat ini pun pemerintah Jepang dalam hal ini memberikan lampu hijau bagi para pelajar asing yang ingin belajar sambil kerja paruh waktu, untuk bisa mendapatkan tambahan uang saku sekedar penunjang kehidupan sehari-hari, akan tetapi ada juga yang dapat menghasilkan lebih sehingga mereka dapat menyisihkan sebagian gajinya untuk di tabung, dan tentunya kebijakan ini sangat membantu sekali bagi para pelajar asing yang berada di Jepang. Arubaito atau baito ini memang beberapa perusahaan setempat menempatkan pekerja pada saat jam-jam sibuk, seperti akhir pekan, dan jam malam namun tentunya lumayan besar juga hasil yang di dapatkan.
Menurut pengalaman pribadi di Jepang mereka sangat familier terhadap pekerja asing, mereka memperkerjakan staff arubaito tidak hanya satu, dua tiga negara, akan tetapi di Jepang akan banyak kita temui dari berbagai penjuru negara dan mereka melakukan pekerjaan paruh waktu ini.
Di bawah ini saya cantumkan rangking para pelajar asing.

Berikut urutan data pelajar asing Top 10 rangking;
  

Peringkat Negara Jumlah Grafik%
1 China 94.111 orang 0,3% turun
2 Vietnam 38.882 orang 47,1% meningkat
3 Nepal 16.250 orang 55,5% meningkat
4 Korea 15,279 orang 3,2% turun
5 Taiwan 7,314 orang 17,4% meningkat
6 Indonesia 3.600 orang 12,9% meningkat
7 Thailand 3,526 orang 8,5%meningkat
8 Myanmar 2.755 orang 42,4% meningkat
9 Malaysia 2.594 orang 4,8% meningkat
10 Amerika Serikat 2.423 orang 12,6% meningkat

Data tersebut menurut lembaga administrasi Japan Student Services Organization (JASSO) melakukan survei untuk memastikan status pendaftaran mahasiswa asing per 1 Mei setiap tahun.
Tinjauan Penerimaan Mahasiswa Internasional -" yang diterbitkan pada 31 Maret 2016 (Heisei 28),
jumlah mahasiswa asing yang berkunjung ke Jepang dari luar negeri . Referensi https://gakumado.mynavi.jp
Ternyata sampai dengan tahun tersebut Indonesia menempati urutan nomer 6, jumlah yang sangat banyak.
                                                                       Saat di kelas

Keantusiasan para pemuda Indonesia untuk belajar keJepang ternyata masih besar. Tetapi mungkin dari sekian banyak yang belajar keJepang belum tentu mereka pernah mendapatkan pengalaman arubaito, karena memang tergolong menguras enegy dan capeknya juga berasa, jika tidak dapat mengatur waktu, kesehatan maka bakalan masuk angin.
Nah bagi Anda yang yang ingin belajar sambil mencari pengalaman kerja di Jepang, jangan kendor dan semangat selalu. Bagimana dengan Anda yang pernah /saat ini sedang arubaito boleh dong bertukar pengalaman di kolom komentar.

Salam.