Kalau kamu pernah berkunjung ke Jepang atau sekadar melihat orang Jepang di film dan media sosial, ada satu kebiasaan yang mungkin ikut menarik perhatian: mereka rajin menulis jadwal di buku agenda yang disebut techo. Padahal Jepang terkenal dengan kecanggihan teknologinya. Tapi soal mengatur hari, banyak orang di sana tetap setia dengan buku dan pulpen.
Kabar baiknya, journaling ala Jepang ini tidak butuh modal besar. Kamu tidak perlu membeli buku agenda impor yang mahal. Perlengkapan dari toko alat tulis dekat rumah sudah lebih dari cukup untuk memulai. Yuk, kita bahas dari filosofinya dulu, lalu cara memulainya.
Kenapa Orang Jepang Masih Setia Menulis dengan Tangan?
Ada beberapa alasan yang sering disebut. Pertama, menulis langsung dengan tangan membuat kegiatan lebih mudah diingat. Saat kita menuliskan sebuah rencana, otak ikut memprosesnya, tidak sekadar membaca layar.
Kedua, tulisan tangan punya nilai tersendiri. Ada rasa tenang saat pikiran yang tadinya berantakan dituangkan ke atas kertas, dan ada kepuasan ketika halaman agenda terlihat rapi dan indah. Sambil menulis, ide-ide baru juga sering muncul, dan kita bisa memastikan rencana sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Saya pribadi selalu kagum dengan hal ini. Cara menulis setiap orang tentu berbeda-beda, tapi saya hampir selalu mendapati mereka menggunakan buku agenda dengan tulisan yang sangat rapi, seperti benar-benar menikmatinya. Memang penggunaan techo sempat berkurang sejak aplikasi digital makin mudah diakses, tapi sebagian orang tetap memilih buku agenda karena rasanya menyenangkan. Melihat rencana harian tertulis di depan mata membuat semangat ikut naik.
Jadwal Sebagai Janji: Konsep Youji (用事)
Ada satu hal yang menurut saya paling menarik dari budaya techo. Bagi banyak orang Jepang, jadwal yang sudah ditulis itu seperti janji yang harus ditepati. Kegiatan dilakukan sesuai jam, tanggal, dan hari yang sudah ditentukan, dan rencana tidak diubah sembarangan.
Sesuatu yang sudah masuk agenda disebut 用事 (youji), yaitu urusan atau keperluan yang sudah direncanakan. Konsep ini bisa kamu tiru walaupun tidak tinggal di Jepang: sekali sebuah rencana kamu tulis, perlakukan ia dengan serius.
Techo dan Suasana Tahun Baru
Di Jepang, techo dijual di banyak toko buku dan sangat mudah ditemukan menjelang pergantian tahun. Deretan sampul, warna, dan desain yang menarik dipajang di rak, dan memilih agenda untuk tahun depan seolah sudah jadi ritual tersendiri. Salah satu merek yang cukup dikenal adalah Hobonichi Techo.
Tentu saja kebiasaan mencatat rencana di buku agenda bukan monopoli Jepang. Di Indonesia pun banyak yang memakainya untuk urusan kerja dan aktivitas harian. Bedanya, di sana kebiasaan ini sudah seperti tradisi yang dinikmati, bukan sekadar kewajiban.
Kalau kamu penasaran dengan sisi lain dari kebiasaan ini, saya juga pernah menulis tentang corat-coret ide dan mencatat agenda dengan techo. Artikel yang sekarang fokus pada cara memulainya.
Alat Murah yang Cukup untuk Mulai Journaling
Kamu tidak perlu membeli semuanya sekaligus. Ini daftar minimal yang bisa ditemukan di toko alat tulis, toko buku, atau toko serba ada seperti Mr.DIY (cerita saya soal toko ini ada di sini):
- Buku catatan atau agenda. Pilih yang polos, bergaris, atau berpola titik (dotted). Buku tulis biasa pun boleh. Yang penting ukurannya nyaman dibawa dan kertasnya tidak terlalu tipis, supaya tinta tidak tembus.
- Pulpen gel atau bolpoin 0,5 mm. Hasil tulisannya rapi dan halus, cocok untuk menulis kecil-kecil.
- Pensil atau pensil mekanik. Berguna kalau kamu ingin rencana yang masih bisa dihapus dan diubah.
- Stabilo atau pulpen warna. Cukup 2-3 warna untuk menandai prioritas atau kategori kegiatan.
- Sticky notes. Untuk rencana yang belum pasti, jadi halaman utama tidak cepat penuh coretan.
- Penggaris kecil. Membantu membuat kotak jadwal mingguan yang lurus.
- Stiker atau washi tape (opsional). Ini pemanis saja, tidak wajib.
Untuk gambaran biaya, semua alat di atas biasanya masih terjangkau di kisaran puluhan ribu rupiah, meski harganya bergantung pada toko dan merek. Cek harga di toko terdekat, karena buku dan pulpen yang sederhana sudah cukup untuk memulai.
Cara Mulai Journaling ala Jepang, Langkah demi Langkah
- Siapkan buku dan pulpen favoritmu. Tidak perlu yang mahal, cukup yang membuatmu senang memakainya.
- Tulis tanggal dan hari di bagian atas halaman. Ini kebiasaan dasar techo: waktu selalu jelas.
- Catat kegiatan yang sudah pasti, lengkap dengan jamnya. Anggap ini youji, janji yang harus ditepati.
- Tambahkan 1-3 prioritas hari itu. Jangan terlalu banyak, supaya daftar tidak berubah jadi beban.
- Sisakan ruang untuk catatan bebas. Isi dengan ide, hal yang disyukuri, atau corat-coret santai.
- Luangkan 5 menit setiap malam untuk meninjau halaman. Centang yang selesai, dan pindahkan yang belum ke hari berikutnya.
Kalau kamu baru mulai, cukup lakukan ini selama satu minggu dulu. Yang dicari di awal adalah kebiasaannya, bukan halaman yang cantik.
Kesalahan Pemula yang Sebaiknya Dihindari
- Terlalu perfeksionis. Tidak semua halaman harus seindah di media sosial. Tulisan yang rapi itu bonus, bukan syarat.
- Membeli terlalu banyak alat di awal. Mulai dari yang sederhana, tambahkan kalau kebiasaannya sudah terbentuk.
- Menyerah setelah bolong satu-dua hari. Lanjutkan saja dari hari ini, tidak perlu mengisi halaman yang terlewat.
- Memasukkan terlalu banyak rencana. Agenda yang kepenuhan justru membuat kita malas membukanya.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah harus memakai techo asli dari Jepang?
Tidak. Yang membuat journaling ala Jepang bermakna adalah kebiasaannya, bukan mereknya. Buku polos biasa pun bisa jadi techo versimu sendiri.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap hari?
Sekitar 5-10 menit sudah cukup, baik di pagi hari untuk merencanakan maupun di malam hari untuk meninjau.
Lebih baik agenda cetak atau aplikasi?
Keduanya punya kelebihan. Aplikasi unggul untuk pengingat otomatis, sedangkan tulisan tangan unggul untuk membuat kita benar-benar mengingat dan menjernihkan pikiran. Sebagian orang memakai keduanya sekaligus.
Penutup
Journaling ala Jepang pada dasarnya soal menghargai waktu dan rencana kita sendiri. Dengan buku, pulpen, dan sedikit kemauan, kebiasaan ini bisa dimulai hari ini juga tanpa modal besar. Kalau kamu sudah mencoba, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar. Alat apa yang paling cocok buatmu?


Terima kasih sudah berkunjung di angintropis.com🌼