Mudik ngak nih ?

Setelah setahun lebih  Covid-19 meneror kita semua, semakin hari dampaknya semakin sangat terasa, tidak hanya dalam perekonomian melainkan dalam cara kita beraktivitas sehari-hari. Sudah terasa jenuh juga mungkin dengan kondisi ini tapi harus bagaimana lagi. Ditambah beberapa kebijakan untuk menekan pertumbuhan virus ini, kembali di perayaan hari lebaran tahun 2021 pemerintah melarang kita untuk mudik. Dampaknya pro dan kontra yang luar biasa dalam masyarakat. Dokumentasi pribadi Larangan ini sangat terasa untuk para perantau seperti saya yang masih punya kampung halaman, bisa jadi bukan hanya kita yang menginginkan kita untuk pulang tetapi keluarga di kampung sana pasti banyak orang tua, keluarga dan kerabat menunggu untuk kita pulang kampung. Sebenarnya tujuan pemerintah ada benarnya juga, demi keselamatan kita bersama dan keluarga, cuman mungkin ini memiliki dampak yang cukup serius juga untuk masyarakat ditanah rantau maupun keluarga didesa yang benar benar ingin bertemu keluarga.

Spirit Untuk Jiwa Yang Lelah Di Akhir Tahun

Tak terasa kita sudah di penghujung akhir tahun lagi, kali ini tahun 2020 menjadi tahun yang sangat bebeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dampak dari wabah Covid-19. Tidak sedikit jumlah nyawa yang telah menjadi korban dari keganasan virus tak pandang bulu ini, bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk hidup hingga saat ini. 

angintropis.com

Tidak hanya di negara kita dampak serius telah dialami dari berbagai negara belahan dunia hingga merenggut banyak nyawa manusia, kehilangan saudara, orang terdekatnya maupun orang yang cintainya. Membuat semua berubah dalam menjalani kehidupan, yang dahulunya bebas bergerak beraktivitas tapi kali ini kita masih terus dibayangi rasa ketakutan dan perlunya menerapkan kebiasaan baru.

Masyarakatpun di buat kuwalahan hingga merosotnya perekonomian yang masih terus kita rasakan, beberapa sektor usaha tak mampu menahan dari dampak wabah ini hingga terpaksa untuk gulung tikar. Tak sedikit pula orang yang telah kehilangan mata pencaharian, merelakan salah satu sumber pendapatan utamanya tutup gara-gara Corona. 

Kondisi ini sangat sulit, namun selama kita masih diberi nafas berarti kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berfikir dan bertindak secara positif , bersyukur dan instrospeksi memperbaiki diri. 

Kehidupan di dunia merupakan nikmat, masih bernafas hingga saat ini merupakan kenyataan bahwa Allah SWT maha pengasih dan penyayang ini yang patut kita syukuri, kita masih di ingatkan untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Nya, menyiapkan diri  karena kita tidak akan tahu kapan giliran kita dipanggil dan dengan cara seperti apa kembali kepada Nya, sejatinya dunia ini hanya sementara.

Namun bukan berarti saat ini kita untuk menyerah, selanjutnya kesempatan di sisa usia kita perlu kembali memicu semangat. Jika ditahun ini gagal, tak perlu berlarut larut dalam keterpurukan, buang jauh-jauh rasa kecemasan dan perlunya menjaga agar selalu berfikir positif.  "Selama kita masih diberi nafas berarti kita masih diberi kesempatan untuk merubah dan mencapainya".

Sebentar lagi tahun 2021, tidak sendirian banyak orang yang memulai dari "Nol" lagi. Tidak ada yang terlambat, kita harus mampu mengatasi untuk bersama-sama melalui masa sulit ini, kita harus manfaatkan sebaik mungkin waktu yang ada untuk menggapainya sehingga menjadi lebih baik dan tidak sia sia. Tidak perlu merasakan berlebih tanpa ujung, jalani fase ini dengan tetap berdoa dan ikhtiar meskipun merasa berada di titik terendah InsyaAllah dengan ijinNya pada saatnya akan berubah.

"Wa lillahi ma fissamawati wa ma fil ard' wa ilallai turja'ul umur"

"Kepunyaan Allah lah segala yang ada dilangit dan yang ada di bumi, dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan". (QS. Ali Imran 109).

Semoga Allah SWT selalu memberi pertolongan kepada kita semua, dan mengakhiri pandemi ini secepat mungkin. Amin

 
 


Comments

ABOUT