Mudik ngak nih ?

Setelah setahun lebih  Covid-19 meneror kita semua, semakin hari dampaknya semakin sangat terasa, tidak hanya dalam perekonomian melainkan dalam cara kita beraktivitas sehari-hari. Sudah terasa jenuh juga mungkin dengan kondisi ini tapi harus bagaimana lagi. Ditambah beberapa kebijakan untuk menekan pertumbuhan virus ini, kembali di perayaan hari lebaran tahun 2021 pemerintah melarang kita untuk mudik. Dampaknya pro dan kontra yang luar biasa dalam masyarakat. Dokumentasi pribadi Larangan ini sangat terasa untuk para perantau seperti saya yang masih punya kampung halaman, bisa jadi bukan hanya kita yang menginginkan kita untuk pulang tetapi keluarga di kampung sana pasti banyak orang tua, keluarga dan kerabat menunggu untuk kita pulang kampung. Sebenarnya tujuan pemerintah ada benarnya juga, demi keselamatan kita bersama dan keluarga, cuman mungkin ini memiliki dampak yang cukup serius juga untuk masyarakat ditanah rantau maupun keluarga didesa yang benar benar ingin bertemu keluarga.

Akhir Pekan, Luangkan Waktu Untuk Mencoba MRT Jakarta


Jika Anda memiliki waktu luang di akhir pekan saya merekomendasikan untuk mencoba traveling muter-muter Jakarta dengan kereta MRT yang baru saja di resmikan. Persisnya dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Pengalaman hari terakhir pemberlakuan tarif geratis masih diberlakukan Minggu 31 Maret 2019 yang lalu . Setelah mencoba ada kesan bangga juga, karena negara kita sudah memiliki kereta bawah tanah meskipun baru permulaan tapi ini sebuah langkah menuju era baru.

PT. Mass Rapid Transit Jakarta atau yang di singkat dengan PT MRT Jakarta telah berdiri sejak 17 Juni 2008, berbadan hukum Perseroan Terbatas sahamnya mayoritas dimiliki PEMPROV DKI Jakarta  hingga 99,98% PD Pasar Jaya 0,02%.
MRT Jakarta, singkatan dari Moda Raya Terpadu atau angkutan cepat terpadu Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik di Jakarta.

Menurut sejarah pembangunan MRT sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1985, namun saat itu belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Ketika menginjak tahun 2005 Presiden Republik Indonesia pada masa itu menegaskan bahwa MRT Jakarta merupakan proyek nasional.

Darisitulah pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jakarta menggerakkan  untuk mewujudkan, yang kelanjutannya dalam pendanaan pemerintah Jepang bersedia memberikan dana pinjaman.
Meski tergolong masih belum maksimal, dimasa depan saya kira alat transportasi ini akan terus berkembang, sehingga bisa jadi seperti di Tokyo yang seluruh kotanya terintegrasi dengan berbagai macam jenis kereta. Ini sebuah mimpi  besar rakyat Indonesia.

Dari usia selama masa terbentuk dan perencanaan mega proyek ini tentu saja membutuhkan perjuangan yang cukup panjang sehingga saat ini kita dapat merasakan manfaatnya.
Pada tanggal 28 November 2006 dilakukan penandatanganan persetujuan pembiayaan proyek MRT Jakarta yang dilakukan oleh Gubernur Japan Bank For International Coorporation (JBIC) yaitu Mr. Kyosuke Shinozawa dan duta besar Indonesia untuk Jepang yaitu Bp,Yusuf Anwar.

JBIC kemudian melakukan merger dengan Japan International Coorporation Agency (JICA). JICA bertindak sebagai tim penilai dari JBIC selaku pemberi pinjaman. Sesuai rencana yang dibuat JICA dan MRT Jakarta , desain teknis dan pengadaan lahan dilakukan pada tahun 2008-2009, tender kontruksi dan tender peralatan elektrik serta mekanik pada tahun 2009-2010. Kemudian pekerjaan konstruk mulai dilakukan pada 2010-2014.

Uji coba operasional rencananya akan dilakukan pada 2014 namun hal itu tidak terpenuhi. desain proyek dilakukan mulai pada tahun 2008-2009, sedangkan tahap konstruksi mulai dilakukan pada tahun 2013 dan direncanakan selesai pada tahun 2018.

Proyek MRT Jakarta dimulai dengan  pembangunan jalur fase 1 sepanjang kurang lebih 16 kilometer dari terminal lebak bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia yang memiliki 13 stasiun berikut satu depo.
Pembangunan jalur MRT Fase 1 ini akan menjadi awal sejarah pengembangan jaringan terpadu dari system MRT yang merupakan bagian dari system transportasi masal DKI Jakarta masa depan.
Sedangkan pembangunan selanjutnya meneruskan jalur Sudirman menuju Ancol yang disebut sebagai jalur Utara-Selatan serta pengembangan jalur Timur-Barat.


Pemeliharaan, Tanggung jawab Dan Fungsi
  1. Tahap Engineering service, PT MRT Jakarta bertanggung jawab terhadap proses prakualifikasi dan pelelangan kontraktor.
  2. Tahap Konstruksi, PT MRT Jakarta sebagai atribusi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani kontrak dengan kontraktor pelaksana konstruksi, dan konsultan yang membantu proses pelelangan kontraktor, serta konsultan management dan operasional.
  3. Dalam tahap operasi pemeliharaan, PT MRT Jakarta bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan perawatan, termasuk memastikan agar tercapainya jumlah penumpang yang cukup untuk memberikan pendapatan yang layak bagi perusahaan.
Bagi Anda yang belum mencoba naik kereta baru seperti video diatas,  selama bulan April 2019 MRT Jakarta memberikan  potongan hingga 50%  ayo coba MRT..

Comments

ABOUT