Bicara soal wisata kuliner di ibu kota, kawasan Glodok, Jakarta Barat, tidak boleh terlewatkan dari daftar kunjungan Anda. Dikenal sebagai Chinatown atau Pecinan terbesar di Jakarta, Glodok bukan sekadar pusat perbelanjaan barang elektronik. Di balik gang-gang sempit dan bangunan tuanya yang bersejarah, tersembunyi surga aneka jajanan di Glodok Jakarta yang legendaris.
Tidak hanya soal rasa makanannya yang
autentik, suasana khas Pecinan dengan lampion merah, arsitektur bergaya
Tionghoa klasik, dan hiruk-pikuk aktivitas warga lokal menciptakan nuansa
nostalgia tersendiri. Perpaduan visual dan aroma masakan ini dijamin akan
membuat siapa saja betah dan ingin berlama-lama menghabiskan waktu di sini.
Mari kita telusuri pesona dan
rekomendasi jajanan Glodok yang wajib Anda coba saat berkunjung!
Mengapa
Suasana Glodok Begitu Magis dan Khas?
Sebelum membahas makanannya, mari
kita resapi dulu suasananya. Menginjakkan kaki di kawasan Petak Sembilan atau
Gang Gloria seolah membawa kita kembali ke Jakarta di era kolonial atau
pertengahan abad ke-20. Waktu terasa berjalan lebih lambat di sini.
Toko-toko obat tradisional yang
menguarkan aroma herbal, kelenteng kuno dengan kepulan asap hio yang wangi,
serta keramahan para pedagang kaki lima yang sudah berjualan lintas generasi
menjadi daya tarik utama. Suasana otentik inilah yang membuat aktivitas berburu
kuliner di Glodok terasa lebih dari sekadar makan, melainkan sebuah perjalanan
budaya (cultural experience).
Rekomendasi
Aneka Jajanan di Glodok yang Wajib Dicoba
Bagi Anda yang berencana melakukan food
tour atau wisata kuliner di Glodok, berikut adalah beberapa jajanan dan
tempat makan legendaris yang tidak boleh Anda lewatkan:
1. Djauw Cofee: Nostalgia di Setiap Tegukan
Perjalanan Anda belum lengkap tanpa
mampir ke Djauw Coffee yang berada di Jl. Kemenangan Raya No.58B, RT.6/RW.6, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kopi langganan taipan,
kedai kopi legendaris ini menyajikan es kopi susu dan kopi hitam dengan resep dan cara penyajian khas Djauw Coffee yang menawarkan pengalaman ngopi
dengan sentuhan nostalgia bergaya Kopitiam klasik yang sangat kental.
Begitu
melangkahkan kaki ke dalam kedai, pengunjung langsung disambut oleh interior
berdesain vintage dengan ornamen-ornamen khas Peranakan yang hangat
dan estetis.
Suasananya yang nyaman dan otentik seolah menjadi oase tersendiri
di tengah hiruk-pikuk Pecinan Jakarta, menjadikannya tempat yang sangat
sempurna untuk sekadar duduk santai dan melepas penat setelah lelah menyusuri
gang-gang bersejarah di kawasan tersebut.
Bicara soal menu, Djauw Coffee sangat memanjakan para penikmat kopi
tradisional dengan sajian andalannya seperti Kopi Susu dan roti yang memiliki
aroma pekat serta rasa yang seimbang. Pengalaman bersantai di sini semakin
lengkap jika secangkir kopi tersebut dipadukan dengan roti bakar srikaya (kaya
toast) yang renyah atau telur ayam kampung setengah matang yang gurih.
Perpaduan antara cita rasa sajian klasik yang lezat, harga yang bersahabat,
serta vibe tempo dulu yang syahdu membuat kedai kopi ini sukses
membuat siapa saja betah untuk berlama-lama.
2.
Cempedak Goreng Cik Lina
Jika Anda mencari jajanan manis dan
gurih, Cempedak Goreng Cik Lina adalah jawabannya. Berbeda dengan pisang goreng
biasa, cempedak goreng di sini digoreng garing di luar namun sangat lembut dan
manis di dalam. Disiram dengan saus gula merah yang kental, jajanan ini sangat
cocok dinikmati sambil berjalan-jalan menyusuri gang Pecinan.
3.
Rujak Shanghai Encim
Ini bukan rujak buah biasa! Rujak
Shanghai adalah kuliner percampuran budaya yang sangat unik. Alih-alih
buah-buahan, rujak ini berisi irisan cumi, ubur-ubur, lobak, dan kangkung yang
disiram dengan saus merah asam manis yang segar, taburan kacang tumbuk, dan
saus sambal. Rasanya yang segar dan teksturnya yang kenyal sangat pas dinikmati
di siang hari.
4.
Kuo Tie Shantung (Gyoza ala Glodok)
Bagi pecinta camilan gurih, Kuo Tie
(sejenis pangsit atau gyoza) di kawasan Glodok wajib masuk daftar.
Dimasak dengan cara dipanggang di satu sisi hingga renyah, lalu dikukus hingga
matang, Kuo Tie menyajikan tekstur yang kaya. Isian dagingnya padat dan juicy,
apalagi jika dicocol dengan campuran kecap asin, bawang putih cincang, dan
minyak cabai.
5.
Kembang Tahu Hangat Penenang Jiwa
Setelah lelah berkeliling dan
berburu aneka jajanan di Glodok, tutup petualangan Anda dengan semangkuk
kembang tahu hangat. Tekstur kembang tahu yang sangat selembut sutra dipadukan
dengan kuah jahe gula merah yang hangat dan sedikit pedas. Camilan tradisional
ini sangat ampuh untuk melegakan tenggorokan dan merilekskan tubuh.
Spot Baru Untuk Berlama Lama
Jika dulu Glodok identik dengan gang
sempit yang mungkin kurang nyaman untuk duduk lama, kini hadir Petak Enam di
Gedung Chandra. Tempat ini adalah food court semi-outdoor yang
didesain sangat estetik dengan perpaduan arsitektur Tionghoa, kolonial, dan
modern.
Di Petak Enam, Anda bisa menemukan
banyak tenant makanan (baik tradisional maupun kekinian) dengan area
tempat duduk yang luas, bersih, dan berangin. Lampu-lampu lampion, tangga besar
yang instagramable, dan iringan musik membuat suasana di sini sangat
santai. Tidak heran jika banyak anak muda hingga keluarga yang menghabiskan
waktu berjam-jam untuk sekadar nongkrong dan menikmati jajanan di spot
ini.
Menikmati aneka jajanan di Glodok
Jakarta adalah perpaduan sempurna antara memanjakan lidah dan menyelami
sejarah. Suasana khas Pecinan yang otentik, hiruk-pikuk aktivitas warga, aroma
makanan yang menggoda, hingga hadirnya ruang publik baru seperti Petak Enam,
membuat Glodok menjadi destinasi wisata akhir pekan yang sempurna.
Jadi, kapan Anda merencanakan waktu
untuk bernostalgia dan mengenyangkan perut di Glodok? Jangan lupa siapkan
pakaian yang nyaman dan perut yang kosong, karena akan ada banyak makanan lezat
yang menanti Anda!
Terima kasih sudah berkunjung di angintropis.com🌼