Skip to main content

Tingkat Pejalan Kaki Di Indonesia Rendah Apa Alasannya?

Tak kalah penting kita perlu menyisihkan waktu untuk memantau intensitas kita beraktifitas dengan berjalan kaki, bagaimana apakah  kalian sudah sudah berjalan kaki hari ini?

Jalan kaki sangat dianjurkan bagi kesehatan jantung, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa antara 7.500 sampai dengan 8000 langkah direkomendasikan setiap hari. 

Hal tersebut akan membuat kita tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Sebenarnya jalan kaki merupakan aktifitas yang cukup sederhana, tapi untuk melakukannya akan banyak alansannya.;@-^:^^^:;;.,@@^-^.Benarkah begitu?

Sebelum kita ulas lebih jauh kita simak dulu tentang peneliti Universitas Stanford, Amerika Serikat yang menunjukkan data bahwa Sigapura lebih baik dari Indonesia dalam hal berjalan kaki.


Foto : Tim Althoff 
Jumlah rata-rata langkah penduduk setiap negara dan daerah. 
Biru     : Menandakan penduduk yang sering melangkah.
Merah  : Menandakan penduduk yang jarang melangkah.

Menurut penelitian tesebut dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki, Singapura menempati peringkat sembilan diantara 46 negara dengan mencatat rata rata 5.674 langkah perharinya.

Sedangkan Indonesia menduduki posisi paling buncit dengan catattan 3.513 langkah perharinya. Hanya tiga tingkat diatas Indonesia adalah Filipina yang mencatat 4.008 langkah perhari. Sedangkan Malaysia berada dibawahnya dengan mencatat 3.963 langkah per harinya.

Apakah penyebabnya masyarakat enggan untuk jalan kaki? Kondisi insfratuktur di Indonesia adalah salah satu penyebab publik tidak ingin berjalan kaki.

Kita mau jalan di mana dengan nyaman dan aman? jalan tidak rata dan berlubang, selain itu banyaknya penyalahgunaan fungsi trotoar yang mulai dari diserobot oleh pengguna motor, parkir ilegal, maupun sebagai lapak jualan.

Ada yang bilang jalan kaki ingin sehat tetapi dengan berbagai resiko yang ada bisa jadi celaka jika tidak benar-benar hati-hati. Ada juga banyak kejadian saat hujan jika berjalan bukan hanya kaki keseleo bahkan ada yang langsung kejeblos masuk ke got. wahhh hororr juga.

Sebenarnya banyak fasilitas yang memang itu sebagai trotoar dan merupakan hak kita pengguna jalan. Namun apa daya meskipun sudah mulai dirapikan beberapa ruas jalan dikota tapi masih belum maksimal, semoga kedepannya lebih baik sehingga kita pun merasa aman dan nyaman saat berjalan kaki.

Menurut penelitian Tim Althoff, mereka menunjukkan bahwa penduduk kota-kota yang memiliki trotoar lebih baik dengan mencatat jumlah langkah lebih banyak ketimbang kota yang trotoar dan infrastrukturnya tidak ramah dengan pejalan kaki.

Selain dari alasan diatas kenapa masyarakat kita masih enggan untuk jalan kaki, berikut alasan lainnya:

Yang Pertama: 
Indonesia negara tropis, baru jalan sebentar saja sudah berasa mandi keringat. Nggak lucu juga kalau sampai tempat tujuan malah kucel banget.

Kedua:
Indonesia itu negara kepulauan yang besar. Kota-kota yang didalamnya pun juga besar-besar. Banyak akses ke tempat-tempat vital yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Ketiga:
Indonesia merupakan negara berkembang, tapi tingkat gengsi warganya tingi-tinggi banget.

Keempat
Tidak cuman karena faktor iklim dan gengsi, sulitnya budaya jalan kaki ini berkembang juga disebabkan minimnya fasilitas publik dari pemerintah.

Kelima:
Tingkat kejahatan dan keberadaan orang resek dijalanna masih begitu banyak, bikin was-was (bener juga).

Belum lagi kalau kita mau jalan kaki menuju suatu lokasi ditengah jalan ada orang hajatan yang menggunakan jalan ptotokol, jangan kan trotoar jalan utama saja kita mungkin tidak bisa menggunakan dan harus putar untuk cari jalan lainnya. Masih banyak PR juga ya ternyata jalan kaki di Indonesia.

Tapi demi kesehatan kita mungkin kita perlu mencari waktu khusus untuk olahraga sekedar jalan kaki dengan mencari spot/lokasi yang saat ini terus di galakkan oleh pemerintah.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-77 Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat!
Reference:www.hipwee.com
                p2ptm.kemkes.go.id



Comments

Popular posts from this blog

Contoh Kalimat Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Konnichiwa, apa kabar semuanya? hari ini kita akan sedikit mengulas tentang beberapa contoh kalimat dalam bahasa Jepang yang mungkin tergolong sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bagi teman-teman yang baru pertama kali mempelajari bahasa Jepang jangan khawatir karena untuk contoh kalimat dibawah ini masih tergolong kalimat sederhana, ok langsung saja mari kita coba pelajari kalimat dibawah ini; ใ‚คใ‚นใƒฉใƒ ๆ•™ใฏไธ€ๆ—ฅใซไบ”ๅ›žใŠ็ฅˆใ‚Šใ—ใพใ™  [Isuramukyo wa ichinichi ni gokai oinorishimasu]  =Agama Islam sembahyang 5 kali dalam sehari.                                                   ๆ—ฅๆœฌไบบใฏ้ญšใ‚’้ฃŸในใ‚‹ใฎใŒๅฅฝใใงใ™ [Nihonjin wa sakana wo taberunoga sukidesu]     =Orang Jepang suka makan ikan                                                                                                         ็งใฏใ‚ใชใŸใซใŠไผšใ„ใงใใฆๅฌ‰ใ—ใๆ€ใ„ใพใ™ [Watashi wa anata ni                oaidekiteureshikuomoimasu]  =Saya merasa senang dapat bertemu dengan Anda                             ็งใฏใƒ“ใƒผใƒซใฏ้ฃฒใฟใพใ›ใ‚“ใŒ、ใ‚ธใƒฅใƒผใ‚นใ‚’้ฃฒใฟใพใ™ [Watashi wa biru wa nomimasenga,

Mengungkapkan Kesan Saat Perpisahan Dalam Bahasa Jepang

Halo halo apa kabar semua selamat datang kembali di angintropis.com, hari ini saya akan shear tentang ungkapan simple bahasa Jepang yang bisa digunakan pada saat perpisahaan. Biasanya pada saat perpisahan kita ditunjuk untuk menyampaikan  kesan dan pesan ketika berada di tempat kerja tentang kondisi pengalaman kehidupan di sana.                                                                  Tentu saja kondisi masing masing pengalaman berbeda, untuk kali ini saya menggunakan kalimat yang biasa dan mungkin pas untuk digunakan untuk para pekerja, trainee di Jepang yang ingin kembali ke tanah air. Beda lagi jika ucapannya seperti berpidato sehingga memerlukan kalimat dan kosa kata yang banyak, namun ungkapan perpisahan dibawah ini hanya sekedar contoh simple saja, Anda semua tentu saja bisa menambahkan atau memodifikasi untuk menyesuaikan jika diperlukan. Berikut ungkapan kalimat dalam bahasa Jepang pada saat perpisahaan; Versi Hiragana, Kanji ; ใฟใ‚“ใชใ•ใ‚“、๏ผ‘ๅนด้–“ๅŒๅƒšใจใ—ใฆไธ€็ท’ใซไป•ไบ‹ใŒใงใใŸใ“ใจ、ๅฌ‰ใ—ใๆ€ใ„ใพใ™。ๅˆใ‚ใฆๆ—ฅๆœฌๆฅใŸ

Contoh Percakapan Bahasa Jepang Pada Saat Periksa Ke Dokter

Hallo semuanya! Jumpa lagi dengan angintropis.com, apakabar semua semoga di tengah kondisi dari pengaruh merebaknya pandemi Covid-19 ini teman-teman semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Jangan lupa tetap menjaga kesehatan cuci tangan, pakai masker, dan tetap dirumah saja. Kali ini saya akan membagikan tentang contoh percakapan pada saat periksa ke dokter dengan bahasa Jepang.                                                                                                                                     Menyampaikan Gejala : ็—‡็Šถใ‚’ไผใˆใ‚‹:ใ—ใ‚‡ใ†ใ˜ใ‚‡ใ†ใ‚’ใคใŸใˆใ‚‹ : Shoujou wo tsutaeru Di Rumah Sakit            : ็—…้™ขใง   :ใณใ‚‡ใ†ใ„ใ‚“ใง      : Biyouin de Pemeran Percakapan ใƒชใƒŠ : Rina (Nama Orang) ๅ—ไป˜ : Uketsuke : Resepsionis ๅŒป่€… : Isha         : Dokter {็—…้™ขใฎ็ช“ๅฃใง}Byouin no madoguchide : Di Tempat pelayanan (resepsionis) Rumah Sakit                                                       ไผš่ฉฑ: Kaiwa  :Percakapan ใƒชใƒŠ :ใŠ้ก˜ใ„ใ—ใพใ™ : Onegaishimasu : Tolong ๅ—ไป˜ :ๅˆ่จบใงใ™ใ‹  : Shoshindesuka : Periksakah? ใƒชใƒŠ