Header Ads

Peribahasa "Gōniirebagōnishitagae"=Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

Sebelum mengunjungi/menempati suatu wilayah alangkah baiknya kita dapat mengetahui terlebih dahulu suatu kebiasaan yang terdapat di wilayah tersebut, hal ini akan mempermudah kita agar dapat beradaptasi, berinteraksi dan pada akhirnya dapat di terima dengan baik di mana tempat yang akan kita tuju nanti. Dalam peribahasa Jepang disebut [ Gōniirebagōnishitagae = Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung ]郷に入れば郷に従え.
Saya akan coba mengulas beberapa manner ketika saya hidup di Jepang, meskipun hal ini bukan suatu kebiasaan yang asing bagi kita akan tetapi masyarakat Jepang sangat memegang teguh kebiasaan mereka. Sensei saya menyampaikan dalam kelas bahasa dan culture Jepang perihal banyaknya kebiasaan-kebiasaan kecil yang pada hakikatnya akan berpengaruh dalam kualitas kehidupan kita sehari hari, yang mungkin kebiasaan tersebut belum pernah kita temui di Indonesia ataupun sebenarya sudah ada akan tetapi tidak terlaksana dengan baik.
Seiring dengan kehidupan di Jepang yang pernah saya alami, banyak hal yang dapat saya peroleh dalam hal manner kehidupan sehari-hari dengan dedikasi dan kesadaran yang sangat tinggi bersama masyarakat Jepang saya menemukan nilai nilai luhur dalam mendapatkan kualitas dan cara hidup yang lebih baik.
1. GENKAN 玄関
 Di setiap rumah Jepang selalu terdapat sebuah serambi yang di sebut "GENKAN". Genkan ini terdapat di pintu masuk yang berfungsi untuk meletakkan sepatu berganti menggunakan sandal selop khusus untuk di dalam ruangan atau yang dikenal dengan bahasa Jepang "SURIPA". Jadi sudah barang tentu masuk rumah Jepang tidak boleh dalam kondisi menggunakan sepatu.
Untuk itu bagi para pelancong yang ingin berkunjung ke Jepang dan singgah di rumah orang Jepang diharapkan untuk berhati-hati.
2. GOMINODASHIKATAごみの出し方
 Di Jepang, dalam kehidupan sehari-hari kita di tuntut untuk menciptakan suatu keadaan lingkungan yang bersih, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Oleh karena itu pemerintah Jepang sangat ketat sekali perihal [ Cara membuang sampah ] GOMINODASHIKATA.
Disetiap tempat tinggal baik apartemen/maupun rumah Jepang akan di sediakan tempat pembuangan sampah dengan jadwal/hari pembuangan yang nantinya akan memisahkan jenis sampah apa saja yang seharusnya di buang pada hari itu. Pada umumnya pembuangan sampah di Jepang di bagi sebagai berikut;
   a. KANENGOMI/MOERUGOMI 可燃ごみ「燃えるごみ」   
Sampah ini terdiri dari sampah yang dapat di bakar、Seperti sampah kertas, kertas pembungkus, sampah dapur, tissu dll. Sampah ini biasanya dapat di buang pada hari 月、水、金曜日 「Senin, Rabu, dan hari Jumat」。
 b. FUNENGOMI/MOENAIGOMI不燃ごみ「燃えないごみ」   
ampah ini terdiri dari sampah yang tidak dapat di bakar , seperi sampah barang-barang yang terbuat dari kaca,plastik,barang yang dipakai di dapur dan terbuat dari logam. Sampah ini biasanya dapat dibuang pada hari 木曜日/Kamis.
    c. SODAIGOMI粗大ごみ   
Sampah ini terdisi dari sampah sampah besar contohnya meliputi, perabot rumah tangga ; lemari, meja, barang-barang elektronik, sepeda, dan peralatan bekas. Sampah ini biasanya dapat dibuang pada hari 第3火曜日・Hari Selasa minggu ke 3.
   d. SHIGENGOMI資源ごみ   
Sampah ini terdiri dari sampah-sampah yang dapat di daur ulang, contohnya meliputi kaleng bekas, botol bekas, koran bekas, buku buku bekas, kertas yang masih tersusun dengan rapi tabloid dll. Untuk hari pembuanganya sampah ini bisanya dapat dilakukan pada hari 第2.第4火曜日/.Selasa minggu ke 2 dan ke 4.

Nah, itu sahabat semua dari sebagian contoh manner yang saat ini dapat saya share, mungkin setelah membaca artikel ini suatu saat pergi ke Jepang kita sudah mengetahuinya. Selain itu kita juga dapat menerapkan di Indonesia disiplin dalam cara membuang sampah yang baik dan benar sehingga terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman demi meningkatkan kwalitas hidup yang lebih baik.

Salam rapi

No comments

#Mari berkomentar yang baik dan berbagi ilmu