Header Ads

Bisnis Manner Negara Jepang



      Dalam dunia kerja/bisnis, kita dapat menjumpai beberapa kebiasaan penerapan manner dari setiap organisasi maupun individu, di konteks ini bisnis manner sangatlah penting perlunya untuk meningkatkan image baik setiap masing-masing individu. Selain itu penerapan manner di dunia bisnis jika dilakukan dengan tepat dari awal, maka akan menjadi salah satu faktor utama  untuk menciptakan kesan pertama yang baik saat bertatap muka [First Impresson] sehingga dapat menjadikan terjalinnya kerja profesional yang berkelanjutan dengan baik. Bagaimana cara kita bergaul dengan sesama, kolega, rekan kerja, dan atasan. Hormat-menghormati, sopan-santun dan hingga bagaimana cara kita berpakaian modis tapi sopan pada saat kondisi dalam ruang lingkup bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk kita perhatikan agar membuat partners kita merasa nyaman.

   Kondisi ini tentunya berbeda-beda tergantung pada culture negara, yang juga dapat di pengaruhinya dari berbagai kolaborasi suatu kelompok meliputi, budaya negara, agama, suku/ras, dan pengaruh perkembangan dari masa ke masa. Contoh simple perilaku bisnis manner dapat di lihat secara umumnya merupakan penerapan perilaku dimana setiap individu seperti menunjukkan sikap ramah kepada orang lain, memberi senyum sapa yang cerah, hal ini mungkin pernah kita dengar di Indonesia dengan 5 S  :



  1.  Senyum
  2.  Salam 
  3.  Sapa
  4.  Sopan 
  5.  Santun
Kita ambil contoh  mengenai penerapan dasar bisnis manner negara Jepang yang hingga saat ini tetap menjadi kebanggan masyarakatnya, kebiasaan secara umum dan tentu saja ini menjadi ulasan yang menarik pula di Indonesia, mengingat banyaknya orang maupun perusahaan Jepang  yang berada di negara kita, diantaranya saya sebutkan dibawah ini;

1. Tepat Waktu 時間厳守 ;じかんげんしゅ 

    Menepati waktu sesuai dengan yang telah di tentukan adalah telah menjadi budaya dan salah satu etika/perilaku bisnis yang paling penting di Jepang. Jika kita berkunjung ke negara ini mungkin kita akan mengerti bagaimana cara mereka menghargai waktu yang tidak akan pernah kembali lagi, dalam penerapannya dapat kita temui seperti jadwal kedatangan moda transportasi baik kereta, pesawat, bus dan masih banyak contoh penerapan lainnya yang secara tehnis mereka sangat memperhatikan dan menghargai betapa pentingnya ketepatan waktu. Tentu saja dari sini kita sudah dapat memastikan bahwa proses tersebut dapat terlaksana karena di tunjang dengan kualitas sumber daya manusianya yang baik dan berusaha dengan keras. 

   Mereka para pekerja akan mempersiapkan apa yang perlu dilakukan sebelum jam yang di tentukan hingga mempunyai ruang waktu yang cukup, seperti datang lebih awal kurang lebih 15 menit sebelum jam kegiatan di mulai. Bukan berarti sama sekali tidak ada toleransi apapun, mereka juga akan menyadari hal yang mungkin terjadi di luar dugaan terhadap aktivitas/seseorang hingga mengakibatkan tidak tepatnya waktu yang telah di atur sebelumnya. Jika ditemukan hal darurat seperti ini mereka membiasakan dengan permohonan maaf, memberikan informasi/keterangan yang real sehingga dapat di maklumi/fahami.

2. Menyebut nama seseorang dengan sapaan  hormat-さん [San]

   Sebenarnya tidak hanya di Jepang saja secara umum disini penggunaan secara global sopan untuk menghargai lawan bicara tentu saja dapat menyebutkan imbuhan seperti Mr, Mrs, Bapak, Ibu, Mas, Mbak hal ini tentu saja akan membuat rekan kita merasa senang, di hargai dan di perhatikan. Dalam bahasa Jepang sendiri kita penah mengulas juga di artikel sebelumnya di https://angintropis.blogspot.com/2018/03/pemakaian-sapaan-hormat-dalam-bahasa.html 

3. Pertukaran Kartu Nama 名刺交換 めいしこうかん
  Dalam hal ini  kebiasaan orang Jepang pada saat saling memberikan kartu nama untuk yang pertama kalinya dinilai sangatlah formal, dengan mitra bisnis awal pertemuan akan dilakukan dengan pertukaran kartu nama. Pada saat memberikan kartu nama dilakukkan penuh hormat dan menghargai memberikan kartu nama yang diserahkan dengan kedua tangan, dan menerima kartu nama lawan dengan kedua tanggan.

4. Bowing/Membungkuk お辞儀 おじぎ
                                                           
    
   Bowing adalah tindakan menurunkan batang tubuh dan kepala sebagai gerakan sosial ke arah lawan bicara sebagai simbol permohonan maaf, hormat atau terima kasih. Bowing tidak hanya di gunakan di dunia bisnis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari  dan dalam berbagai situasi. Hal ini di rasa suatu tidakan yang penting dalam berkomunikasi. Dalam contoh praktiknya sudah menjadi culture bahwa penerapan bowing ini di lakukan pada saat bertegur sapa dengan pimpinan, pelanggan [customer], tamu perusahan dan lain sebagainya. 

5. Hadiah・Barang bawaan 贈り物 おくりもの
  
   Untuk yang satu ini bisa dikatakan sama dengan negara kita, ketika mengunjungi seseorang Anda dapat membawakan hadiah sebagai rasa simpati Anda kepada orang lain. Orang Jepang mempunyai ciri khas sendiri pada saat memberikan hadiah, biasanya hadiah tersebut di tempatkan didalam kantong kertas istimewa dan bersih. Penerima tidak harus membukanya pada saat hadiah di berikan akan tetapi pada kondisi tertentu si pemberi pun terkadang mempersilahkan untuk dibuka, seperti pada saat memberikan hadiah ulang tahun. 
  Beberapa manner diatas merupakan contoh dasar bisnis manner [ 基本的なビジネスマナー: Kihontekina bijinesumana-] yang di lakukan dalam aktivitas ciri khas orang Jepang. 
Semoga bermanfaat.


No comments