Skip to main content

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Traveling Atau Berkunjung Ke Jepang


Gaes apa kabar hari ini, tampaknya aktifitas disekeliling kita sudah mulai ramai tapi jangan lupa tetap jaga kondisi dan patuhi protokol yang dianjurkan ya supaya kita semua bebas dari Covid-19. Amin
Kali ini kita akan membahas hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat melakukan kunjungan ke Jepang baik traveling maupun trip lainnya. 

Banyak Gaes perbedaan tentang kebiasaan atau budaya yang perlu kita perhatikan sebelum mengunjungi Jepang supaya setibanya di sana kita tidak menemui hal-hal yang tidak kita inginkan sehingga kitapun dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

Sebenarnya simpel sih cuma kadang kita lupa atau mungkin kurang terbiasa dengan beberapa norma yang jarang kita terapkan di kehidupan kita sehari-hari. Langsuang saja simak yuk hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat traveling ke Jepang berikut ulasannya;

1. Jangan Meludah Di Sembarang Tempat
   
Gaes memang simple banget sih kedengarannya cuman mungkin ada juga beberapa yang memiliki kebiasan ini "meludah disembarang tempat" sehingga menurutnya meludah sesuatu yang biasa. Namun jika kalian berada di Jepang sebaiknya hilangkan kebiasaan ini karena masyarakat disana merasa sangat tidak nyaman, hampir saya tidak pernah menemui atau melihat orang yang meludah disembarang tempat apalagi ditempat umum. 

2. Jangan Makan Atau Minum Sebelum Dibayar

Beberapa hal yang terjadi di negara kita pada saat berbelanja seperti di mini market atau supermarket kadang mungkin saking hausnya atau bagaimana ada yang terpaksa meminum atau sekedar mencicipinya sebelum sampai dikasir untuk dibayar. 

Namun jika kalian setibanya di Jepang nanti, sebaiknya berfikir ulang sebelum melakukan ini karena bisa menjadi masalah. Selain bisa mendapat teguran dari penjaga toko bisa jadi nanti dianggap pencuri gaes, nah kan gak asik nanti kalau kejadian seperti ini.

3. Merokok Sambil Berjalan

Yang satu ini fatal Gaes, selain bisa kena marah orang, kalian bisa ditangkap polisi dan dendanya juga cukup lumayan sekitar mulai dari 2000 Yen sampai dengan 20.000 Yen kira kira jika dirupiahkan berkisar Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 2.000.000 cukup besar bukan. 

Seandainya kalian merokok ada baiknya tetap hati-hati dan mencari tempat aman untuk merokok yang juga banyak disediakan seperti bilik disudut 公園  Baca: Kouen (Taman). Fasilitas bilik untuk merokok juga tersedia di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya. 

4. Bicara Keras/ Gaduh Di Angkutan Umum

Setibanya di Jepang nanti kalian akan melihat dimana kondisi pada saat menggunakan angkutan  umum seperti kereta, bus dan lainnya mungkin masyarakat disana akan sedikit berbicara antar satu dengan yang lainnya. Ini mungkin suatu budaya atau kebiasaan yang mereka tanamkan agar orang lain tidak merasa terganggu.

Selain itu menggunakan headphone dengan volume keras juga tidak dianjurkan selain merusak pendengaran kita juga hal ini mencegah orang lain merasa tidak nyaman. Apalagi menelphone di dalam moda transportasi umum seperti kereta dan bus ini tidak dianjurkan, jika ini terjadi sangat terpaksa dan sifatnya urgen harus dengan suara lirih dan secepatnya ditutup, agar tidak menimbulkan keresahan. 

5. Charger Gadget Bukan Peruntukannya

Gaes untuk yang nomer Lima ini mungkin kadang-kadang kalau di republik kita +62 tempat umum seperti di emperan stasiun atau tempat umum, warung lainnya ada semacam stop kontak atau semacam colokan listrik gitu. Sehingga dalam kondisi handphone lowbat memungkinkan kita untuk ngecas atau istilahnya "numpang ngecas". 

Tapi tunggu dulu jika di Jepang nih, pengalaman pribadi sempat saya di tegur gara-gara disebelah toilet ada colokan. Karena dulu awal awal nih disana, tanpa habis pikir langsung saja saya tancepin cas HP di salah satu colokan tersebut alhasil ada kakek-kakek negur dengan nada tinggi kurang lebih kalu di artikan bahasa Indonesianya sepert ini "Siapa yang suruh charger disitu, itu tidak boleh,.!^!%$@$!%#@ itu bukan milik umum. Jika dilakukan sama seperti mencuri ya !".

Waduhh daripada kena pasal pasal sama polisi, langsung dah saya cabut carger terus minta maaf karena memang saya sebelumnya tidak tau kalau seketat itu. Sebelumnya sih sempet terpintas boleh tidak ya chager disini? cumaan waktu itu bener bener kepepet HP low bener dan gak bawa powerbank. Jadi intinya untuk charger sembarang tempat tidak diperkenankan ya Gaes.

6. Tidak Mengantri

Ini Gaes sebenarnya yang satu ini juga sering di himbau di republik ini, cuman masih ada aja yang kadang kurang tertib disiplin mengantri. Contoh simple mau bayar blanjaan di minimarket kadang masih ada aja yang asal srobot tidak mau antri. 

Mulai sekarang lebih baik kita sadarkan diri bahwa sadar untuk antri itu sudah tertanam dalam diri kita, karena selain sama sama saling menghargai antara satu dengan yang lain, juga akan memperlancar suatu pekerjaan yang dilakukan oleh operator. 

Jika kalian berkunjung ke Jepang setibanya disana saat dibandara dan aktifitas seterusnya budayakan mengantri. 

7. Tidak Membuang Sampah Terpisah

Hati hati juga Gaes yang nomer 7 ya, bukan hanya buang sampah pada tempatnya di Jepang yang ketat melainkan pembuangan sampah secara terpisahpun diatur ketat pula. Bekas minuman kaleng, botol plastik, sampah kertas dan sisa makanan tentunya cara buangnya tidak di campur menjadi satu.

Masing masing tempat sampah sudah ada tempatnya sendiri sendiri jadi silahkan memperhatikan bak sampah yang sudah disediakan. Biasanya disudut sudut perbelanjaan atau taman, dan tempat umum sudah diletakkan bak sampah yang sesuai peruntukkannya.

8. Memetik Bunga Atau Tanaman Sembarangan
  
Nah ini nih kadang tangan kita sering usil tapi kadang tidak sadar pula petik daun atau bunga yang kita jumpai. Orang jepang tidak menganjurkan merusak atau memetik tanaman maupun bunga yang tumbuh, apalagi memetik bunga Sakura hal ini tidak di perbolehkan. 

Biasanya ada taman atau lahan khusus yang di tanami bunga sehingga pada saat itu kita di perbolehkan untuk memetiknya. Namun jika bunga atau tumbuhan itu berada di taman-taman atau pekarangan sebaiknya tidak memetiknya.  

9. Tidak Mendahulukan Lansia

Sebenarnya ini suatu kesadaran yang ada dalam hati, kebiasaan orang yang lebih muda ketika melihat orang yang sudah lanjut usia timbul rasa kita untuk membantu atau mendahulukan dalam mengakses sesuatu.. 
Contohnya seperti memberikan pelayanan ketika menyuruh makan dan minum saat masuk ke elevator, memasuki ruangan, menyuruh makan/minum, mempersilahkan duduk dan lain sebagainya mereka memprioritaskan orang yang lebih tua. 

Point point diatas saya rangkum berdasarkan pengalaman saat berada di Jepang masih banyak lagi rule yang nantinya banyak ditemui sesampainya di Jepang, namun pada dasarnya hal semacam ini sudah ada di diri kita hanya saja memang perlu lagi kita tingkatkan  kesadaran yang lebih lagi sehingga akan lebih terbiasa.
Semoga bermanfaat, salam.

Lagi nyari inspirasi? Pake kode referral-ku TPSUT6914 bisa dapet cashback sampe 50 persen loh untuk pembelian pertama kali di Tokopedia. Cek aja di Sini

Comments

Sering Di Baca

Contoh Kalimat Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Konnichiwa, apa kabar semuanya? hari ini kita akan sedikit mengulas tentang beberapa contoh kalimat dalam bahasa Jepang yang mungkin tergolong sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bagi teman-teman yang baru pertama kali mempelajari bahasa Jepang jangan khawatir karena untuk contoh kalimat dibawah ini masih tergolong kalimat sederhana, ok langsung saja mari kita coba pelajari kalimat dibawah ini; イスラム教は一日に五回お祈りします  [Isuramukyo wa ichinichi ni gokai oinorishimasu]  =Agama Islam sembahyang 5 kali dalam sehari.                                                   日本人は魚を食べるのが好きです [Nihonjin wa sakana wo taberunoga sukidesu]     =Orang Jepang suka makan ikan                                                                                                         私はあなたにお会いできて嬉しく思います [Watashi wa anata ni                oaidekiteureshikuomoimasu]  =Saya merasa senang dapat bertemu dengan Anda                             私はビールは飲みませんが、ジュースを飲みます [Watashi wa biru wa nomimasenga,

Contoh Percakapan Bahasa Jepang Pada Saat Periksa Ke Dokter

Hallo semuanya! Jumpa lagi dengan angintropis.com, apakabar semua semoga di tengah kondisi dari pengaruh merebaknya pandemi Covid-19 ini teman-teman semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Jangan lupa tetap menjaga kesehatan cuci tangan, pakai masker, dan tetap dirumah saja. Kali ini saya akan membagikan tentang contoh percakapan pada saat periksa ke dokter dengan bahasa Jepang.                                                                                                                                     Menyampaikan Gejala : 症状を伝える:しょうじょうをつたえる : Shoujou wo tsutaeru Di Rumah Sakit            : 病院で   :びょういんで      : Biyouin de Pemeran Percakapan リナ : Rina (Nama Orang) 受付 : Uketsuke : Resepsionis 医者 : Isha         : Dokter {病院の窓口で}Byouin no madoguchide : Di Tempat pelayanan (resepsionis) Rumah Sakit                                                       会話: Kaiwa  :Percakapan リナ :お願いします : Onegaishimasu : Tolong 受付 :初診ですか  : Shoshindesuka : Periksakah? リナ 

Download SK Tiga Menteri Tentang Perubahan Cuti Bersama Dan Libur Nasional 2020

Berkaitan dengan penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau yang sering di sebut Covid-19 dengan jumlah kasus dan jumlah meninggal yang masih terus meningkat dan meluas di wilayah Indonesia, pemerintah telah menerapkan berbagai antisipasi diantaranya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomer 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. Hal tersebut dilakukan untuk percepatan penanganan corona virus, disamping itu pula pemerintah telah mengupayakan penerapan pedoman bagi instansi pemerintah maupun swasta dalam  melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020. Oleh karena itu perlu dilakukannya pergeseran cuti bersama yang sebelumnya telah di terbitkan. Melihat dari penerapan peraturan seperti peraturan Pemerintah Nomer 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dan KEPRES Nomor.11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat  Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), yang menyatakan bahwa Covid-19 merupakan jenis penyakit ya

Daftar Isi