Skip to main content

Terungkap

Ekspresi semringah masyarakat menyambut pencabutan pemberlakuan PPKM di seluruh nusantara. Kondisi ini tentu saja membawa angin segar oleh para pelaku usaha baik kecil maupun besar, keputusan ini diharapkan akan mendongkrak roda perekonomian di tahun 2023 kedepan untuk Indonesia dan kita semua.


Meskipun ini bukan berarti Covid-19 sudah hilang, setidaknya menjadikan titik baru masyarakat dalam melakukan pola aktivitas setelah sekian lama kita mengikuti beberapa penyersuaian tentang pemberlakukan PPKM.

Menurut Ibu Sri Mulyani "Kalau sudah diumumkan, maka akan memberikan keyakinan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas secara normal, tentu ini akan mendorong perekonomian". Dilangsir dari kontan.co.id.

Pertumubuhan ekonomi akan di sokong dari dalam negeri, dengna porsi terbesar adalah konsumsi rumah tangga yaitu lebih dari 50%.

Saat ini akhirnya terungkap setelah penantian,10 point penting pencabutan PPKM menurut Inmendagri 53/2022 adalah sebagai berikut;

  1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat {PPKM} dinyatakan dihentikan sejak ditandatanganinya instruksi Menteri Dalam Negeri

  2. Pemberhentian PPKM sebagaimana dimaksud pada Diktum kesatu, tidak sebagai pernyataan pandemi Covid-19 telah selesai, karena pernyataan pandemi selesai dinyatakan oleh WHO

  3. Dalam rangka tetap dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus, diperlukan masa transisi menuju kondisi masa endemi dengan strategi proaktif, persuasif, terfokus, dan terkoordinir serta mengambil langkah protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi, dan komunikasi publik

  4. Kepala daerah ; Gubernur, bupati, dan wali kota melakukan pembinaan dan pengawasan secara ketat terhadap pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayahnya termasuk melakukan asesmen indicator covid-19 untuk menilai laju penularan dan kapasitas respons

  5. Kepala daerah ; Gubernur, bupati, dan wali kota diinstruksikan untuk mencabut peraturan daerah, peraturan kepala daerah, dan ketentuan/kebijakan lain yang memberikan sanksi bagi pelanggar ketentuan PPKM

  6. Kepala daerah ; Gubernur, bupati, dan walikota selaku kepala satuan tugas Covid-19 daerah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi vertikal lainnya, tetap mengaktifkan satuan tugas daerah dalam rangka melakukan monitoring, pengawasan, dan mencermati perkembangan angka covid-19 serta mengambil langkah yang diperlukan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada wilayahnya masing-masing

  7. Kepala daerah ; Gubernur, bupati, dan wali kota selaku kasatgas daerah dapat memberikan rekomendasi izin keramaian dengan sangat selektif terhadap setiap bentuk aktivitas/kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang menjadi dasar penerbitan izin dari kepolisian sesuai dengan tingkatannya

  8. Memastikan ketersediaan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

  9. Melaporkan penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid-19 di wilayah masing-masing kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana

  10. Instruksi Menteri berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan pada saat instruksi ini berlaku, maka instruksi Mendagri No.50 Tahun 2022 tentang PPKM pada kondisi Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali dan Inmendagri No. 51 Tahun 2022 tentang PPKM pada kondisi Covid-19 di  wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, serta dapat dilakukan pengetatan pembatasan kembali apabila terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan

PPKM dicabut maka masyarakat Indonesia akan bisa melakukan aktivitas secara normal kembali, dan kemungkinan akan menganggap bahwa virus Covid-19 akan sama seperti virus biasa pada umumnya. Tapi ingat tetap jaga kesehatan dan hati-hati.
Reference : 
https://covid19.go.id/artikel/2022/12/31/instruksi-menteri-dalam-negeri-nomor-53-tahun-2022

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Kalimat Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Konnichiwa, apa kabar semuanya? hari ini kita akan sedikit mengulas tentang beberapa contoh kalimat dalam bahasa Jepang yang mungkin tergolong sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bagi teman-teman yang baru pertama kali mempelajari bahasa Jepang jangan khawatir karena untuk contoh kalimat dibawah ini masih tergolong kalimat sederhana, ok langsung saja mari kita coba pelajari kalimat dibawah ini; ใ‚คใ‚นใƒฉใƒ ๆ•™ใฏไธ€ๆ—ฅใซไบ”ๅ›žใŠ็ฅˆใ‚Šใ—ใพใ™  [Isuramukyo wa ichinichi ni gokai oinorishimasu]  =Agama Islam sembahyang 5 kali dalam sehari.                                                   ๆ—ฅๆœฌไบบใฏ้ญšใ‚’้ฃŸในใ‚‹ใฎใŒๅฅฝใใงใ™ [Nihonjin wa sakana wo taberunoga sukidesu]     =Orang Jepang suka makan ikan                                                                                                         ็งใฏใ‚ใชใŸใซใŠไผšใ„ใงใใฆๅฌ‰ใ—ใๆ€ใ„ใพใ™ [Watashi wa anata ni                oaidekiteureshikuomoimasu]  =Saya merasa senang dapat bertemu dengan Anda                             ็งใฏใƒ“ใƒผใƒซใฏ้ฃฒใฟใพใ›ใ‚“ใŒ、ใ‚ธใƒฅใƒผใ‚นใ‚’้ฃฒใฟใพใ™ [Watashi wa biru wa nomimasenga,

Mengungkapkan Kesan Saat Perpisahan Dalam Bahasa Jepang

Halo halo apa kabar semua selamat datang kembali di angintropis.com, hari ini saya akan shear tentang ungkapan simple bahasa Jepang yang bisa digunakan pada saat perpisahaan. Biasanya pada saat perpisahan kita ditunjuk untuk menyampaikan  kesan dan pesan ketika berada di tempat kerja tentang kondisi pengalaman kehidupan di sana.                                                                  Tentu saja kondisi masing masing pengalaman berbeda, untuk kali ini saya menggunakan kalimat yang biasa dan mungkin pas untuk digunakan untuk para pekerja, trainee di Jepang yang ingin kembali ke tanah air. Beda lagi jika ucapannya seperti berpidato sehingga memerlukan kalimat dan kosa kata yang banyak, namun ungkapan perpisahan dibawah ini hanya sekedar contoh simple saja, Anda semua tentu saja bisa menambahkan atau memodifikasi untuk menyesuaikan jika diperlukan. Berikut ungkapan kalimat dalam bahasa Jepang pada saat perpisahaan; Versi Hiragana, Kanji ; ใฟใ‚“ใชใ•ใ‚“、๏ผ‘ๅนด้–“ๅŒๅƒšใจใ—ใฆไธ€็ท’ใซไป•ไบ‹ใŒใงใใŸใ“ใจ、ๅฌ‰ใ—ใๆ€ใ„ใพใ™。ๅˆใ‚ใฆๆ—ฅๆœฌๆฅใŸ

Contoh Percakapan Bahasa Jepang Pada Saat Periksa Ke Dokter

Hallo semuanya! Jumpa lagi dengan angintropis.com, apakabar semua semoga di tengah kondisi dari pengaruh merebaknya pandemi Covid-19 ini teman-teman semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Jangan lupa tetap menjaga kesehatan cuci tangan, pakai masker, dan tetap dirumah saja. Kali ini saya akan membagikan tentang contoh percakapan pada saat periksa ke dokter dengan bahasa Jepang.                                                                                                                                     Menyampaikan Gejala : ็—‡็Šถใ‚’ไผใˆใ‚‹:ใ—ใ‚‡ใ†ใ˜ใ‚‡ใ†ใ‚’ใคใŸใˆใ‚‹ : Shoujou wo tsutaeru Di Rumah Sakit            : ็—…้™ขใง   :ใณใ‚‡ใ†ใ„ใ‚“ใง      : Biyouin de Pemeran Percakapan ใƒชใƒŠ : Rina (Nama Orang) ๅ—ไป˜ : Uketsuke : Resepsionis ๅŒป่€… : Isha         : Dokter {็—…้™ขใฎ็ช“ๅฃใง}Byouin no madoguchide : Di Tempat pelayanan (resepsionis) Rumah Sakit                                                       ไผš่ฉฑ: Kaiwa  :Percakapan ใƒชใƒŠ :ใŠ้ก˜ใ„ใ—ใพใ™ : Onegaishimasu : Tolong ๅ—ไป˜ :ๅˆ่จบใงใ™ใ‹  : Shoshindesuka : Periksakah? ใƒชใƒŠ