Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2021

Sayur Dan Buah-Buahan Dalam Bahasa Jepang

こんにちは! Konnichiwa minnasan, apa kabar hari ini teman-teman semua? semoga tetap sehat dan mari kita sambut akhir pekan ini dengan tetap positive thinkingya. Kali ini kita belajar lagi bahasa Jepang dengan kosa kata ringan, untuk yang sudah mahir mungkin kita 復習 {fukusyu/mengulang} lagi. Kita coba mengenal beberapa contoh bahasa jepang, seperti nama sayur dan buah buahan pada tabel di bawah ini, lets goo! freeimages.com 1. Sayuran Nomer Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Cara Baca 1 Bawang Putih にんにく Ninniku 2 Kubis キャベツ Kyabetsu 3 Bawang Bombai 玉ねぎ Tamanegi 4 Kentang じゃがいも Jyagaimo 5 Wortel にんじん Ninjin 6 Daun Bawang ねぎ Negi 7 Lobak だいこん Daikon 8 Terong なす Nasu 9 Ketimun きゅうり Kyuuri 10 Jahe しょうが Syooga 11 Tauge もやし Moyashi 12 Tomat トマト Tomato 13 Cabai とうがらし Tougarashi 14 Labu かぼちゃ Kabocya 15 Pare ゴーヤ Gooya 16 Kangkung 空芯菜 Kunshinsai 17 Sawi putih はくさい Hakushai 18 Jagung とうもろこし Toumorokoshi 19 Ubi さつまいも Satsumaimo 20 Kedelai えだまめ Edamame 2. Bua

Mudik ngak nih ?

Setelah setahun lebih  Covid-19 meneror kita semua, semakin hari dampaknya semakin sangat terasa, tidak hanya dalam perekonomian melainkan dalam cara kita beraktivitas sehari-hari. Sudah terasa jenuh juga mungkin dengan kondisi ini tapi harus bagaimana lagi. Ditambah beberapa kebijakan untuk menekan pertumbuhan virus ini, kembali di perayaan hari lebaran tahun 2021 pemerintah melarang kita untuk mudik. Dampaknya pro dan kontra yang luar biasa dalam masyarakat. Dokumentasi pribadi Larangan ini sangat terasa untuk para perantau seperti saya yang masih punya kampung halaman, bisa jadi bukan hanya kita yang menginginkan kita untuk pulang tetapi keluarga di kampung sana pasti banyak orang tua, keluarga dan kerabat menunggu untuk kita pulang kampung. Sebenarnya tujuan pemerintah ada benarnya juga, demi keselamatan kita bersama dan keluarga, cuman mungkin ini memiliki dampak yang cukup serius juga untuk masyarakat ditanah rantau maupun keluarga didesa yang benar benar ingin bertemu keluarga.

Camping Dadakan

Sabtu dipagi hari mataku terjaga lebih awal,  tak biasanya aku gunakan untuk beres-beres barang hingga menemukan sebuah tenda kemah yang sudah lama tak terpakai di atas lemari. Sebenanya sama sekali tak ada rencana apapun di pagi itu.…… Kumandang adzan Subuh pun tiba, akhirnya anak laki-lakiku yang masih berusia 2 tahun juga ikut terbangun, dia begitu semringah untuk mengawali harinya. Bergegas aku mengambil air wudhu untuk Shalat Subuh, karena setelahnya anakku biasa mengajak untuk pergi jalan-jalan ringan. Setelah selesai, aku kembali teringat tenda kemah yang tadi aku temukan diatas lemari, aku dapat ide tetapi sedikit konyol juga karena mendadak aku punya ide untuk ajak anakku berkemah ke alam terbuka atau di hutan begitu. Pagi yang masih gelap aku tawarkan anak dan istriku "mau tidak hari ini pergi untuk main ke sungai dan hutan di sekitar kota Bogor? tapi bukan sekedar main tapi kali ini kita berkemah dan membawa tenda, main dipinggir sungai!  Mendengar tawaranku rasa kan